Saturday, November 5, 2016

Tumis Jantung Pisang Teri

Jantung pisang, ternyata mempunyai kandungan gizi yang sangat bagus. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zhan-Wu-Sheng dkk (2010) di Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences menyebutkan bahwa nilai gizi jantung (bunga) pisang terdiri atas vitamin E, serat, protein dan sejumlah fitokimia seperti saponin dan flavonoid. Asam amino mayor yang paling banyak ditemukan adalah glisin, leusin, alanin dan asam aspartat.
Besarnya kandungan gizi dalam jantung pisang menyebabkan ahli nutrisi, menyarankan khalayak untuk rutin mengonsumsi bagian bunga ini karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh melawan infeksi dan menghambat pertumbuhan sel kanker. 
Mari kita buat resep yang enak berbahan utama jantung pisang. 


Bahan-bahan :

1. 2 buah jantung pisang kepok,
2. 50 gram teri medan,
3. 150 gram tempe yang diiris tipis,
4. daun melinjo.
 
 

Bumbu:

1. 5 siung bawang merah,
2. 4 siung bawang putih,
3. 3 cabe merah 3 cabe hijau,
4. 2 iris laos, 2 lembar daun salam,
5. 50 gram gula merah dan 1 sendok teh garam secukupnya,
6. 3 sendok makan minyak goreng.
7. 100 - 150 ml air

Cara Membuat:

1. Kupas jantung pisang hingga terlihat bagian berwarna putih. Cuci dan iris tipis. Lalu cuci kembali dan rendam dalam air.
2. Iris semua bumbu lalu mulai menumis. Tumislah teri yang telah dibersihkan hingga berwarna kekuningan.
3. Masukkan irisan bawang merah dan putih hingga layu dan harum. Kemudian masukkan cabe, laos, daun salam dan tempe. Teruskan menumis hingga semua layu. Masukkan jantung pisang dan teruskan adukan hingga jantung ikut layu.
4. Masukkan garam dan gula merah yang telah disisir.
5. Lanjutkan aduk dan mulai tambahkan  air. Tutup dengan tutup panci beberapa saat.
6. Setelah jantung matang, icipi dan masukkan daun melinjo. Aduk sebentar dan matikan kompor. Daun melinjo akan matang dengan cepat jadi jangan terlalu lama di atas api.
7. Sajikan hangat dengan nasi panas dan kerupuk.

Menu ini sangat pas dinikmati bersama keluarga sebagai makan siang.  Selamat mencoba!
Load disqus comments

0 komentar